geolocation database
THIS BLOG WILL GET A GOOD VIEW IF YOU USE OPERA 9.64 OR SAFARI 4.0 WITH THE NEW FLASH PLAYER.

ABANG HACKER TOOLBAR (New)

toolbar powered by Conduit

Abang hacker telah meluncurkan layanan baru di blog ini, yaitu "ABANG HACKER TOOLBAR" gratis untuk Anda download dan install di browser web Anda. Tujuan dari layanan toolbar ini adalah agar Anda dapat lebih mudah mengakses berita - berita di blog ini secara langsung. Untuk mencobanya, silahkan klik link banner di atas untuk mendownloadnya !.

IKLAN / PROMO

Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan

Sains: India Luncurkan Satelit Mata-mata Buatan Israel


Roket buatan India berhasil menempatkan sebuah satelit mata-mata ke orbit Bumi pada peluncuran Senin (20/4). Satelit yang dipesan khusus dari Israel itu akan dipakai untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya dari ancaman keamanan. Kehebatan satelit tersebut dapat melihat daratan meski terhalang awan dan cuaca buruk. Satelit tersebut juga dapat memata-matai sepanjang siang dan malam. Satelit yang diberi nama RISAT-2 ini diluncurkan menggunakan roket jenis polar satellite launch vehicle (PSLV) C-12 dari pusat peluncurannya di Sriharikota, Andra Pradesh, India bagian selatan pada pukul 06.45 waktu setempat. "Ia telah sukses menempatkan diri di orbit 20 menit sejak peluncuran pagi ini," ujar G Padmanabhan, ilmuwan Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) seperti dilansir AFP.

Peluncuran satelit tersebut dipercepat setelah insiden mematikan di Kota Mumbai pada 26-29 November 2008. Satelit tersebut tidak hanya untuk memantau pergerakan militan dari Pakistan yang dinilai India bertanggung jawab terhadap sejumlah serangan di negara tersebut. Dengan adanya satelit tersebut, India juga dapat mendeteksi adanya serangan roket dari luar.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Sains: Teleskop Pemburu Planet Rekam 4,5 Juta Bintang


Misi pencarian planet-planet padat yang menyerupai Bumi ke seluruh penjuru langit segera dimulai. Teleskop Kepler milik badan antariksa AS (NASA) telah diaktifkan dan mengirimkan foto-foto langit pertamanya. Foto tersebut menggambarkan luas cakupan yang akan disorot teleskop tersebut untuk mencari planet-planet lain di luar tata surya. Kepler diarahkan ke kawasan Cygnus-Lyra di salah satu sudut galaksi Bima Sakti yang paling padat bintang-bintang. Salah satu foto menggambarkan kawasan yang mengandung 4,5 juta bintang. Lebih dari 100.000 di antaranya diperkirakan dikelilingi planet. "Kami berharap dapat menemukan ratusan planet yang mengelilingi bintang-bintang tersebut, dan untuk pertama kalinya, kita bisa melihat planet-planet seukuran Bumi yang mengelilingi bintang serupa Matahari," kata William Borucki, ilmuwan dari Pusat Riset Ames milik NASA di Moffett Field, California.

Selama 3,5 tahun ke depan Kepler hanya bertugas menyeleksi sasaran yang potensial. Teleskop tersebut akan mengamati langit terus-menerus dan melihat kemungkinan terjadinya kedipan di setiap bintang yang biasa terjadi karena planet melintas di depannya. Kamera 95 megapiksel yang dibawanya dapat mendeteksi perubahan cahaya bintang sangat kecil dari 20 bagian permil.

"Semua hal tentang Kepler sudah dioptimalisasikan untuk menemukan planet seukuran Bumi," ujar James Franson, manajer proyek Kepler di Laboratorium Propulsi Jet, Pasadena, California. Ia mengatakan pemotretan akan dilakukan secara bertahap sampai bisa ditentukan bahwa di suatu bintang terdapat planet yang mirip Bumi.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Robot Cewek dari Jepang Bisa Lenggak-lenggok di Catwalk


Tak lama lagi, robot akan bersaing atau kalau tidak menggantikan model di catwalk. Robot terbaru buatan Jepang ini tidak hanya cantik, tetapi juga bisa berlenggak-lenggok dengan pinggul bergoyang saat berjalan. "Secara teknologi, ia sudah mencapai level tersebut," ujar Hiroshi Hirukawa, salah satu ilmuwan dari National Institute of Advanced Industrial Sciences and Technology, lembaga riset yang didukung penuh dana Pemerintah Jepang. Robot tersebut dipamerkan, Senin (16/3), dalam peragaan busana di Tokyo. Saat berjalan, gerakan-gerakan kaki dan tangannya luwes seperti manusia. Ekspresi wajahnya juga dapat berubah-ubah dari sedih ke senang dengan mengatur gerakan mata dan mulut sesuai perintah. Robot tersebut tampil dengan wajah khas wanita Jepang dengan kulit putih dan rambut hitam lurus sebahu. Tingginya 158 sentimeter dengan berat 58 kilogram. Sementara itu, bagian badannya masih berupa logam berwarna perak.

Selain model di catwalk, robot yang diberi nama HRP-4C itu mungkin dapat digunakan pula untuk menggantikan pemandu atau instruktur. Misalnya, pemandu arah di taman kota atau sekadar menggerak-gerakkan badan untuk memberi hiburan pengunjung tempat hiburan.

Sayang, harganya masih sangat mahal. Platform robot tanpa bagian wajah yang halus berbahan silikon akan dijual dengan harga 20 juta yen atau sekitar Rp 2,4 miliar.

Meski demikian, software yang mengatur gerakan robot tersebut akan disumbangkan kepada publik. Para pengembangnya berharap, komunitas robot di saluruh dunia dapat meningkatkan kemampuan robot tersebut dengan cepat.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Pecahan Asteroid yang Jatuh di Sudan Berhasil Dikumpulkan


Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil mengumpulkan pecahan asteroid yang sudah teramati dengan saksama sejak mengarah hingga jatuh ke Bumi. Asteroid yang diberi nama 2008 TC3 tersebut jatuh ke kawasan Gurun Nubian, Sudan, Oktober tahun lalu. Penemuan pecahan asteroid bukan pertama kali terjadi. Namun, yang unik dari penemuan ini karena asteroid tersebut sudah terlacak dengan baik saat mengarah hingga jatuh. Proses penemuan seperti ini belum pernah dilaporkan sebelumnya. Asteroid sebesar mobil itu terlacak pertama kali oleh astronom Arizona, AS hanya beberapa hari sebelum jatuh ke Bumi. Jalur perjalanannya langsung dimonitor sejumlah teleskop dari seluruh dunia sehingga dapat diperkirakan lokasi jatuhnya.

Peter Jenniskens dari SETI Institut, California, yang menjadi penulis laporan pertama keberadaan asteroid tersebut kemudian melakukan perjalanan ke Sudan untuk melacaknya. Penelusuran yang menyeluruh akhirnya berhasil menemukan 47 pecahan untuk dianalisis.

"Asteroid ini terbuat dari material yang mudah pecah sehingga ia pecah pada ketinggian 37 kilometer sebelum berangsur-angsur jatuh perlahan," ujar Jenniskens. Menurutnya, jenis asteroid ini sangat langka dan jarang ditemukan.

Material penyusunnya disebut ureilite. Hasil perbandingan data menunjukkan asteroid 2008 TC3 tersebut termasuk muda dan baru mengarungi beberapa juta tahun di sekitar pusat tata surya.

Analisis terhadap pecahan-pecahan astroid tersebut akan memberikan banyak informasi untuk mengungkap proses pembentukan di ruang angkasa. Selain itu, para ilmuwan juga berharap dapat mempelajari lebih lanjut hubungannya dengan rute perjalanan asteroid agar dapat menyiapkan cara mengatasi asteroid lebih besar yang mungkin mengancam Bumi.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Pesawat Ulang-alik Discovery Mendarat di Florida


Pesawat ulang-alik Discovery mendarat mulus di Kennedy Space Center, Florida, Sabtu (28/3) sore atau Minggu pagi WIB. Tujuh awaknya sukses menjalankan misi selama 13 hari di ruang angkasa. Pendaratannya terlambat 90 menit dari jadwal yang direncanakan karena cuaca buruk di sekitar landasan. Namun, cuaca membaik sehingga pendaratan tidak perlu ditunda lebih lama."Welcome home Discovery," demikian sambutan dari ruang pengendali misi begitu pesawat berhenti di ujung landasan. Misi utama peluncuran Discovery kali ini adalah memasang sepasang panel surya terakhir di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Semua panel surya telah dipasang sehingga kini ISS memiliki pasokan listrik penuh dan siap dihuni enam awak atau dua kali lipat dari yang ada saat ini.

Selain itu, Discovery juga menjemput astronot NASA, Sandra Magnus, yang telah bertugas selama 134 hari di ISS sejak pertengahan November 2008. Sebagai gantinya, seorang astronot Jepang, Koichi Wakata, kini tinggal di ISS untuk beberapa bulan ke depan bersama dua awak lain. Koichi akan menjadi astronot Jepang pertama yang tinggal di ruang angkasa selama beberapa bulan setelah laboratorium Kibo milik Jepang dipasang di ISS tahun lalu.

Para awak Discovery juga membawa pulang lima liter air hasil penyaringan urine dan keringat para awak di ruang angkasa untuk dianalisis. Sampel tersebut dihasilkan dari alat pengubah urine dan keringat menjadi air minum yang dipasang di ISS. Jika uji toksisitas lolos, astronot bisa langsung minum hasil penyaringan alat tersebut sehingga tak perlu tergantung kiriman air dari Bumi.

Misi tersebut masih bagian dari proyek pembangunan ISS yang diperkirakan rampung tahun 2010. Peluncuran selanjutnya akan dilakukan pesawat ulang-alik Atlantis pada Mei, tetapi bukan ke ISS, melainkan untuk memperbaiki Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Minggu depan Atlantis akan bersiap di landasan peluncurannya.

Sumber:www.kompas.com

Read More......

Discovery Bawa Panel Surya


CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA meluncurkan pesawat ulang-alik Discovery, Minggu (15/3) malam waktu setempat atau Senin pagi WIB. Misi Discovery kali ini adalah memasang panel surya di Stasiun Luar Angkasa Internasional.Peluncuran Discovery tetap dilakukan meski NASA belum menemukan penyebab kebocoran hidrogen yang mengakibatkan penundaan misi pesawat ulang- alik itu, Rabu pekan lalu. ”Dari perspektif keselamatan, kami baik-baik saja,” kata Mike Leinbach, Direktur Peluncuran Discovery.

Saat ditanya apakah normal meluncurkan pesawat ulang-alik tanpa memecahkan masalah kebocoran hidrogen, Leinbach mengakui itu tidak biasa terjadi. ”Kami ingin tahu apa akar persoalannya. Saya agak terkejut karena kami tidak menemukan sesuatu yang lebih jelas,” ujarnya.

Kebocoran hidrogen itu ditemukan saat pengisian tangki bahan bakar eksternal Discovery, beberapa jam sebelum peluncuran. Mike Moses, Kepala Tim Manajemen Misi, mengatakan, kebocoran terjadi di sistem darat, bukan di tangki bahan bakar eksternal Discovery.

Kebocoran hidrogen sangat berbahaya karena bisa memicu ledakan. ”Kami melakukan segala sesuatu yang kami bisa, yaitu mengganti semua perangkat keras,” kata Moses.

NASA memiliki waktu hingga Selasa pekan ini untuk meluncurkan Discovery agar tidak mengganggu misi pesawat ulang-alik milik Rusia, Soyuz, yang akan meluncur pada 26 Maret dan membawa pengusaha AS, Charles Simonyi. Dua pesawat ulang-alik tidak bisa sandar bersamaan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Jika tidak bisa diluncurkan hingga Selasa, misi Discovery harus ditunda hingga April. Peluncuran itu juga akan menunda misi lainnya untuk merawat dan memperbaiki teleskop luar angkasa Hubble.

Ahli meteorologi memperkirakan cuaca bagus pada Minggu di pesisir Florida. Kondisi untuk peluncuran diperkirakan 80 persen.

Discovery membawa tujuh awak, salah satunya adalah astronot asal Jepang, Koichi Wakata. Ia adalah kru ISS asal Jepang yang pertama. Wakata akan tinggal di ISS menggantikan astronot AS, Sandy Magnus.

Dipersingkat

Dengan peluncuran pada Minggu, misi Discovery dipersingkat satu hari dari misi 14 hari menjadi 13 hari. Satu rencana perjalanan di luar angkasa juga ditiadakan menjadi hanya tiga perjalanan.

Satu perjalanan di luar angkasa memakan waktu lebih dari enam jam. Diperlukan empat perjalanan di luar angkasa oleh dua tim astronot untuk menyelesaikan pemasangan panel surya di ISS.

Akan tetapi, pengurangan itu tidak memengaruhi misi untuk membawa dan memasang panel surya keempat di ISS. Panel surya itu akan digunakan untuk menyuplai tenaga bagi laboratorium di ISS dan bagi kru yang ditempatkan di ISS.

Panel surya itu terdiri atas 32.800 sel surya dengan panjang 35 meter. Jika panel sel surya telah terpasang semua, dijadwalkan pada Mei, tenaga bagi ISS akan berlipat dari 90 kilowatt menjadi 120 kilowatt.

Tenaga tambahan itu akan membantu eksperimen ilmiah yang dilakukan di ISS. Saat ini ada dua tambahan laboratorium di ISS, yaitu Columbus milik Eropa dan Kibo milik Jepang.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Rahasia Pengawet Mumi Cantik Rosalia Lombardo


PALARMO, KAMIS — Mayat Rosalia Lombardo, seorang anak perempuan Sisilia berusia dua tahun yang meninggal tahun 1920, masih terlihat segar. Muminya yang dikenal dengan "Sleeping Beauty" disimpan dalam kotak kaca di Palermo, Italia.

Ramuan apa yang membuat mumi tersebut masih terlihat segar, menjadi rahasia selama bertahun-tahun. Namun, ahli antropologi biologi dari Institute for Mummies and the Iceman bernama Dario Piombino-Mascali berhasil mengungkap racikan yang dipakai untuk mengawetkan Rosalia.
Ia mencari tahu bahan-bahan yang digunakan dari kerabat dan orang-orang dekat Alfredo Salafia, seorang taksidermis atau ahli pembuat awetan yang tewas tahun 1933. Dari catatan tangan yang dibuat Salafia terungkap bahwa ia menyuntikkan zat-zat kimia ke tubuh Rosalia berupa formalin, garam seng, alkohol, asam salisilat, dan gliserol.

Formalin merupakan bahan yang saat ini paling umum digunakan untuk mengawetkan mayat. Campuran formaldehid dan air itu membunuh semua bakteri penyebab pembusukan daging. Salafia adalah salah satu pelopor penggunaan bahan kimia tersebut untuk mengawetkan mayat.
Sementara alkohol di daerah yang kering akan berfungsi mempertahankan mayat Rosalia tetap kering sehingga lebih awet terhadap perubahan suhu dan kelembaban. Gliserol seperti minyak akan mencegah tubuhnya terlalu kering dan asam salisilat mencegah pertumbuhan jamur.

Namun, kunci utama pengawetan mayat tersebut adalah garam seng. Menurut Melissa Johnsons Williams, Direktur Eksekutif American Society of Embalmers, seng tidak digunakan dalam proses pengawetan di AS. "Seng membuatnya kaku. Anda dapat mengangkatnya dari peti dan membiarkannya berdiri," jelas Williams.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Debu Satelit Mengancam Bumi


JAKARTA,JUMAT-Badan roket peluncur Satelit Cosmos 2445 milik Rusia diperkirakan jatuh di bumi pada Maret 2009. Hal yang sama juga akan terjadi dalam dua bulan mendatang pada pecahan Cosmos 2251 dan Iridium yang bertabrakan pada 10 Februari 2009.

Peluang jatuhnya serpihan satelit tersebut di Indonesia tergolong besar karena seperdelapan bentang wilayah di khatulistiwa ditempati negeri ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Sri Kaloka, Jumat (20/2).

Abdul Rachman, peneliti di pusat tersebut, menjelaskan, berdasarkan data dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Cosmos 2445 yang akan jatuh pada Maret nanti merupakan badan roket atau SL-6 RB yang tidak dapat dikendalikan.
”Saat ini belum dapat diperkirakan waktu dan lokasi jatuhnya bagian satelit itu, tetapi biasanya lima hingga tiga hari sebelumnya,” ujarnya.

Adapun Cosmos 2251 memiliki sistem kontrol untuk mengarahkan lokasi jatuhnya satelit. Satelit milik Rusia ini sudah tidak aktif meski masih utuh.
Selasa pekan lalu satelit ini bertabrakan dengan yang masih aktif berfungsi. Akibat tabrakan itu, kata Sri, menimbulkan banyak serpihan, di antaranya terpantau 22 keping berukuran relatif besar, di atas 10 sentimeter persegi.

Kepingan itu beredar di atas wilayah khatulistiwa dan beberapa kali lewat di atas Indonesia. ”Hari ini kepingan itu terpantau lewat di atas Sumatera, terus bergerak ke arah timur,” ujarnya kemarin.
Selain terus beredar mengelilingi khatulistiwa, serpihan itu turun secara gradual mendekati atmosfer. Pergerakannya dipantau jam per jam.

Meski berupa kepingan, jatuhnya ke permukaan bumi akan melesat dalam kecepatan yang sangat tinggi. ”Bahaya bila kepingan jatuh di jalan tol, mengenai kendaraan di sana. Akibatnya bisa menimbulkan tabrakan beruntun,” ujarnya.
Namun dengan mengamati obyek itu, tindakan pengamanan dapat dilakukan sebelum kejadian, misal dengan menutup jalan tol.

Pada masa mendatang, kemungkinan jatuhnya sampah antariksa di muka bumi kian besar. Hingga 27 Januari lalu, jumlah serpihan ada 7.789—berukuran di atas 10 cm—satelit berfungsi dan tidak berfungsi berjumlah 3.338, dan badan roket ada 1.820—total 12.947.

Tubrukan satelit
Sementara itu, tubrukan Iridium 33 berbobot 560 kilogram dan Cosmos 2251 terjadi ketika Iridium bergerak 7,5 kilometer per detik ke utara, sedangkan Cosmos 2251 (900 kg) ke selatan dengan laju sama. Tubrukan terjadi dengan laju 6,7 km per detik atau 24.000 km per jam.

Tubrukan terjadi pada 10 Februari lalu pukul 23.56 di ketinggian 788 km di atas Siberia, Rusia. Pengamatan menunjukkan kedua benda yang bertubrukan tersebut pecah dan serpihannya terbagi menjadi dua kelompok awan serpihan dengan total serpihan lebih dari 700.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Ditemukan Planet Mirip Bumi Mengorbit Bintang seperti Matahari


PARIS, RABU — Satelit pemburu planet asing milik Perancis, COROT, berhasil merekam sebuah planet baru di luar tata surya. Ukurannya tak lebih dari dua kali ukuran Bumi dan termasuk planet asing terkecil yang pernah ditemukan.

Planet tersebut mengorbit bintang yang mirip Matahari dan kemungkinan termasuk planet padat seperti Bumi. Penemuan planet padat termasuk mengejutkan karena, dari 300-an planet asing yang terdeteksi, hampir semuanya berupa gumpalan gas raksasa seperti Planet Jupiter.

"Untuk pertama kalinya kami kebetulan mendeteksi sebuah planet yang berbatu seperti Bumi. Penemuan ini sangat penting dalam rangka memahami pembentukan dan evolusi planet kita," ujar Malcolm Fridlund, Ketua Ilmuwan COROT dari Badan Antariksa Eropa (ESA).

Obyek yang diberi nama CoRot-Exo-7B terletak begitu dekat dengan bintang induknya yang berada 457 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer) sehingga permukaannya terbakar. Suhu di permukaannya sangat panas sehingga diperkirakan berupa lava pijar atau uap air dengan konsentrasi tinggi antara 1.000 hingga 1.500 derajat Celsius.

Planet tersebut mungkin tersusun dari setengah batu dan setengah air. Jadi, pantas kalau planet tersebut disebut "planet sauna" mengingat betapa panasnya suhu di permukaannya. Dengan suhu sebesar itu, kehidupan hampir dikatakan mustahil.

Para astronom Perancis dan Badan Antariksa Eropa (ESA) mendeteksi keberadaan planet itu saat posisi transit. Teleskop yang dibawa COROT mendeteksi kedipan cahaya akibat gerakan planet di depan bintangnya. CoRot-Exo-7B menempuh lintasan yang sangat cepat. Satu tahun di sana setara dengan 20 jam di Bumi.

Dengan teknik tersebut, para astronom dapat memperkirakan ukuran planet tersebut. Planet tersebut jelas bukan planet gas meskipun belum diketahui massanya. Namun, diperkirakan antara 5,7 hingga 11 massa Bumi.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Obamamobile, Mobil Kepresidenan Serba Rahasia


Senin, 12 Januari 2009 | 08:59 WIB

JAKARTA, SENIN — Ada yang menyebutnya "Stagecoach," "The Beast," "Cadillac One," dan bahkan "Obamamobile." Namun, apa pun namanya, limo presiden baru AS ini mendapat banyak perhatian untuk tampilan dan teknologi rahasianya.

Nama resmi limo itu sendiri adalah "2009 Cadillac Presidential Limousine," dan dibuat secara khusus oleh General Motors (GM) untuk Secret Service. Mobil kepresidenan ini akan digunakan pada saat pelantikan Obama 20 Januari mendatang.

Menurut Detroit News, sebenarnya GM membuat beberapa limo, tetapi jumlah tepatnya tidak diketahui. Yang juga tidak diketahui oleh umum, kecuali beberapa orang di Secret Service dan GM, adalah detail spesifik dari desain limo tersebut. Kebanyakan dianggap rahasia. Ini termasuk bobot dan bahkan ukuran atau tipe mesin. Yang diberitahukan adalah satu: bahwa limo itu dilengkapi dengan CD player 10-disc dan interiornya terbuat dari kulit yang dijahit dengan tangan.

Jendela-jendela limo dikabarkan lebih besar dari jendela Cadillac DTS yang digunakan presiden Bush. Tentu saja jendela tersebut antipeluru. Limo juga dilapisi pelindung yang tebalnya minimal 5 inci, dan bagian dalamnya bisa diisolasi dari bagian luar.

Menurut surat kabar Inggris Daily Mail yang membuat ilustrasi dari detail limo, mobil kepresidenan itu akan seperti ini:
- Pelapis baja yang terbuat dari titanium, aluminium, baja keras ganda, dan bahkan keramik.
- Kamera pandangan malam (night vision).
- Sistem pemadam kebakaran on board.
- Lapisan baja 5 inci yang menutupi bagian bawah chassis.
- Ban yang diperkuat dengan Kevlar, antisobekan dan bocor, dengan pinggiran baja di bagian bawah.

Daily Mail juga menyebutkan bahwa limo tersebut menggunakan mesin disel 6,5 liter yang per gallonnya bisa melahap 8 mil, yang berarti tidak seefisien Ford Escape Hybrid milik Obama. Koran ini memperkirakan harga limo mencapai 460.000 dollar AS.

Sumber: tekno.kompas.com

Read More......

Fenomena Angin Matahari, Bonus Pengamatan Gerhana


Senin, 26 Januari 2009 | 17:59 WIB

JAKARTA, SENIN - Munculnya awan saat gerhana Matahari yang terjadi Senin (26/1) sore ini tidak selamanya mengganggu. Bahkan masyarakat disuguhi bonus fenomena alam yang belum tentu muncul setiap kali ada peristiwa gerhana Matahari.
Fenomena tersebut terlihat pada pengamatan yang dilakukan di Pusat Peragaan IPTEK Taman Mini Indonesia Indah. Masyarakat yang datang khusus untuk melihat gerhana Matahari melalui teleskop yang disediakan sempat kecewa karena awan tebal beberapa kali melintas dan menghalangi pengamatan.

Namun, beberapa saat setelah puncak gerhana yang terjadi pukul 16.41 WIB, tiba-tiba awan memudar dan Matahari yang tinggal tersisa dalam bentuk sabit karena tertutup Bulan pun muncul. Uniknya bentuk sabit Matahari seolah-olah berada di tengah awan yang berlubang.


Video

"Akhirnya momentum puncak gerhana matahari cincin bisa terlihat walaupun hanya terjadi sekitar 80 persen dan bisa dilihat oleh masyarakat yang hadir di sini," kata Moedji Raharto, pakar astronomi yang juga mantan Kepala UPT Observatorium Bosscha ditemui di PP Iptek TMII Jakarta.

Moedji mengatakan fenomena tersebut terjadi akibat pengaruh angin Matahari. Pengaruh angin matahari, lanjut Moedji, sangat membantu agar proses gerhana matahari dapat terlihat. Ia menjelaskan ketika Bulan menutup sebagian besar pancaran cahaya Matahari, terjadi perbedaan suhu tepat di bawah gerhana.

Awan yang ada di bawahnya akan mengalami suhu dingin sehingga terjadi pembekuan. Namun, akhirnya segera memudar dan menyebar untuk mengisi ruangan yang lebih hangat di sekitarnya.

"Sayangnya angin matahari tersebut terjadi setelah momentum puncak. Tapi, meskipun begitu, fenomena yang indah ini tetap dapat dinikmati," ujar Moedji.

Selain itu, masyarakat sebenarnya juga diuntungkan oleh mendung yang terbentuk. Menurut Moedji, awan tersebut menjadi semacam filter cahaya matahari yang sangat menyilaukan sehingga masyarakat bisa melihat langsung dengan mata telanjang.

Sementara itu salah satu pengunjung bernama Tehodorus mengaku puas melihat peristiwa ini. Diakui siswa SD kelas 5 itu, ini merupakan pengalaman pertamanya melihat proses gerhana.

Hal yang sama diungkapkan Lulu dan Adit, siswa SMP Presiden Jababeka. Mereka merasa puas setelah mempelajari peristiwa gerhana lewat buku ajar di sekolah akhirnya bisa melihatnya secara langsung.

"Penasaran kami seperti hilang dan ternyata fenomena ini memang sangat indah," kata Lulu yang datang bersama 85 orang rombongan sekolahnya.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Senjata Kimia Sudah Digunakan Sejak Zaman Romawi


Kamis, 15 Januari 2009 | 19:21 WIB

LONDON, KAMIS - Andai Israel benar-benar menggunakan senjata kimia untuk membinasakan militan Hamas di Jalur Gaza seperti dituduhkan sejumlah dokter di Palestina, mungkin saja tindakan tersebut terinspirasi bangsa Persia saat melawan tentara Romawi. Saat itu orang-orang Sasania dari Kerajaan Persia menggunakan zat kimia untuk mematikan tentara Romawi di terowongan bawah tanah.

Peperangan di bawah tanah tak dapat dihindari tantara Romawi karena orang-orang Persia menggunakan taktik tersebut saat berusaha mengambil alih Kota Dura-Europos di Suriah. Untuk menjebol benteng Romawi, orang Persia menggali terowongan-terowongan di bawah tanah. Sebagai balasan, tentara Romawi pun membangun terowongan untuk mencegah orang Persia memasuki kota.

Pada penggalian antara tahun 1920-1930 ditemukan 20 orang tentara Romawi yang tewas dengan posisi tak wajar. Mereka tewas di satu tempat di dalam terowongan sempit selebar 2 meter dan panjang 11 meter. Saat ditemukan masing-masing masih dalam keadaan berbaring namun siaga dengan senjata tetap di tangan.

"Untuk membunuh 20 orang di ruangan dengan lebar dan tinggi kurang dari 2 meter dan panjang 11 meter, butuh sekadar senjata tangan atau senjata yang tersembunyi," ujar Simon James, arkeolog dari Universitas Leicester Inggris. Setelah melakukan investigasi, James yakin sejumlah tentara Romawi yang tewas pada pertempuran tahun 256 itu bukan karena sabetan pedang atau tusukan tombak melainkan mati lemas.

Ia mengatakan orang-orang Persia mungkin menggunakan bitumen dan krsital sulfur untuk menaklukkan tentara Romawi. Jika dibakar, zat kimia ini menghasilkan asap tebal. Asap beracun itu dapat membunuh seseorang dalam hitungan menit apalagi tentara Romawi tak punya waktu meninggalkan terowongan bawah tanah.

Orang Persia mungkin menyadari bahwa tentara Romawi juga membangun terowongan tandingan. Mereka telah menyiapkan jebakan di terowongannya dan begitu tentara Romawi masuk, asap tebal dipompa ke dalam. Penggunaan senjata asap banyak diceritakan dalam naskah-naskah klasik dan inilah salah satu yang kemungkinan besar dilakukan orang-orang Sasania. Meski demikian, Persia gagal menaklukkan kota tersebut.

Jika analisis James benar, ini merupakan bukti tertua penggunaan senjata kimia dalam peperangan. Nah apakah Israel juga akan melakukan taktik yang sama untuk mengentikan terowongan Hamas di Gaza. Sejauh ini, angkatan udara Israel lebih memilih menghancurkan pintu masuk terowongan yang dibuat di perbatasan Mesir.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Mobil Terbang Dibanderol Rp 1,7 Miliar, Mau?


umat, 16 Januari 2009 | 08:45 WIB

MASSACHUSETTS, JUMAT — Inilah solusi mujarab untuk mengusir kemacetan di kota-kota besar, seperti Jakarta atau Surabaya. Sebuah perusahaan teknologi di Woburn, Massachusetts, Amerika Serikat, tahun ini bakal memproduksi mobil terbang secara massal.

Mobil terbang itu dinamai Transition. Di Amerika, barang seharga Rp 1,7 miliar itu sudah ludes dipesan meski produknya belum jadi. Harga itu tentu saja tak terlalu mahal buat segelintir orang kaya di Indonesia, mengingat banyaknya mobil mewah berseliweran di Jakarta. Transition sanggup membawa dua orang. Kecepatannya sekitar 185 km per jam saat di udara.

Untuk tinggal landas, Transition membutuhkan jarak ancang-ancang sekitar 520 meter, tetapi hanya perlu beberapa ratus meter untuk mendarat. Perubahan dari mode darat ke mode terbang pun bisa dilakukan cukup dengan menekan satu tombol di kabin.

Baling-baling yang digunakan saat mode terbang akan tersimpan dan terkunci aman ketika sedang menggunakan mode darat. Untuk menyimpannya, tidak butuh ruang sebesar hanggar. Transition dapat disimpan di garasi rumah karena sayapnya dapat dilipat.

Dengan dimensi tinggi 2,1 meter, lebar 2 meter, dan panjang 5,7 meter setelah dilipat, Transition jadi lebih kecil dibandingkan SUV ukuran besar, seperti Cadillac Escalade atau Lincoln Navigator. Namun, tidak sembarang orang bisa memesan kendaraan ini. Syaratnya, harus punya lisensi pilot. Mau test drive? Silakan lihat dulu situs pabriknya atau lihat videonya di YouTube.

Sumber: www.kompas.com

Read More......

Methana di Mars Mungkin Hasil Aktivitas Mikroba


Jumat, 16 Januari 2009 | 15:03 WIB

WASHINGTON, JUMAT - Adanya methana di Mars mungkin menunjukkan adanya aktivitas organisme di planet tersebut. Sejak lama para ahli penasaran untuk membuktikannya mengingat Mars merupakan planet di tata surya yang paling mirip Bumi. Sumber gas methana di Bumi sebagian besar merupakan produk aktivitas organisme dari gas buang ternak sampai pembusukan sampah.

Dugaan tersebut semakin kuat saat ditemukan semburan methana yang terbentuk dalam waktu singkat. Pada musim panas tahun 2003, dari permukaan Mars terdeteksi 21.000 ton gas methana yang terbentuk hanya dalam beberapa bulan saja.


Video


Semburan tersebut terbentuk di hemisfer barat permukaan Mars dekat are ayang disebut Bili Fossae. Kawasan tersebut merupakan salah satu kandidat lokasi pendaratan robot penjelajah Mars berikutnya yang akan dikirimkan tahun 2011.

Semburan methana seperti ini mirip dengan aktivitas di perairan dekat Santa Barbara, California yang dihasilkan dari pembusukan organisme di dasar laut. Mikroba-mikroba yang hidup di Arktik dan sejumlah lingkungan ekstrim di permukaan Bumi dan tak membutuhkan oksigen juga menghasilkan methana. Gas methana juga diketahui menjadi sumber energi organisme tersebut. Jadi, ada kemungkinan organisme tinggal di kawasan yang kaya methana.

"Ini membuat kemungkinan adanya kehidupan masih ada di sana semakin kuat," ujar Michael Mumma dari Pusat Riset Ruang Angkasa Goddard milik NASA yang melaporkan hasil pengamatan tersebut dalam jurnal Science edisi terbaru. Jika benar mikroba di Mars mungkin hidup di bawah permukaan planet dan tidak membutuhkan oksigen untuk hidup. Mikroba seperti inilah yang kini terus diburu para ilmuwan ke planet-planet lain.

Mumma mengakui semburan methana bisa jadi berasal dari aktivitas geologi seperti aktivitas magma atau pencampuran air, karbon dioksida, dan senyawa kimia lainnya di bawah permukaan Mars. Namun, sejauh ini tidak ada tanda-tanda aktivitas geologi yang menonjol di Mars.

"Jika karena aktivitas magma seharusnya dihasilkan sulfur dioksida berkadar tinggi, namun ini tak terlihat," jelas Mumma. Selain itu, reaksi di bawah tanah seharusnya menyebabkan patahan atau retakan di permukaan untuk melepaskannya namun sejauh ini tidak pernah ditemukan rekahan di Mars. Mumma mengakui bukti tersebut belum cukup kuat untuk mengkalim adanya kehidupan di Mars.

Namun, penemuan semburan methana ini menjadi acuan baru bagi para ilmuwan untuk berburu kehidupan di Mars. Pada misi ekspedisi berikutnya, pengiriman wahana penjelajah atau robot peneliti mungkin sebaiknya diarahkan ke titik-titik di Mars yang mengandung gas methana tinggi.

Sumber:www.kompas.com

Read More......

Pesawat Ulang Alik Pulang Menumpang Boeing 747


Jumat, 12 Desember 2008 | 17:54 WIB

CAPE CANAVERAL, JUMAT - Meski sanggup pulang pergi ke luar angkasa, pesawat ulang alik tidak didesain untuk terbang seperti pesawat komersial. Untuk memulangkannya ke pangkalan peluncuran di Kennedy Space Center, pesawat ulang alik Endeavour harus menumpang di atas pesawat jumbo Boeing 747.

Pesawat yang baru saja menjalankan misi luar angkasa ke stasiun antariksa internasional (ISS), harus kembali ke Cape Canaveral, Florida untuk mempersiapkan misi selanjutnya. Pesawat tersebut sebelumnya terpaksa mendarat di Pangkalan Udara Edwards, California karena cuaca buruk di Florida saat jadwal pendaratan.

Endeavour diterbangkan dari California sejak Rabu (10/12) pagi. Ia sempat transit di Fort Worth, Texas pada malam harinya dan baru melanjutkan perjalanan Kamis pagi. Transit kedua di Pangkalan Udara Barksdale Air Force di Lousiana pada Kamis malam.

Perjalanan mungkin akan berakhir Jumat sore jika badai dan angin kencang di sekitar Kennedy Space Center mereda. Untuk memindahkan pesawat dari California ke Florida, NASA harus menhabiskan dana setidaknya sebesar 1,8 juta dollar AS.

Read More......

DOWNLOAD EVERYTHING HERE...

DOWNLOAD EVERYTHING HERE...
Click the picture to download !

click the picture to try !

Click the picture to try !